18.12.13

Semeru Death Zone "Blank 75"



Buat teman-teman yang melakukan pendakian ke Semeru terutama jika menaiki Puncak Mahameru, mohon kewaspadaanya yaa.. Terutama untuk jalur turun. Terkadang karena keasyikan "berseluncur ria" sampai lupa Koordinat Jalur Arcopodo, apalagi nyerong terlalu ke kanan (Wasapada!). Terlebih setelah Cemoro Tunggal (satu pohon cemara dijalur pendakian) telah rubuh akibat longsor tak mampu menahan cengkraman pasir Mahameru.

Berikut sedikit mengenai Blank 75, lokasi rawan bagi para pendaki di Semeru. Keep Consentration seberapapun kondisi kalian.  

Blank 75 adalah sebutan dari kawasan berbahaya (Death Zone/Jalur Tengkorak) pada pendakian Gunung Semeru. Dimana jalur tersebut dapat menyebabkan pendaki tersesat, mengalami kecelakaan, terperosok ke jurang, tanah yang diinjaknya longsor, dis-orientasi tanpa tahu arah mana terbaik untuk ditempuh, kehabisan air, kehabisan bekal atau kepayahan dsb. Sebetulnya ada jalur lain yang juga berbahaya yaitu jalur pendakian dari arah Selatan Semeru. Dimana jalur tersebut merupakan jalur aliran lahar dan lahar dingin Semeru. Namun karena Jalur Selatan sangat jarang didaki maka fokus sebutan berbahaya dipakai pada area Blank 75.

Berikut ini adalah sedikit informasi tentang Blank 75:

  1. Blank 75 sebenarnya tidak menunjukkan pada 1 titik koordinat tertentu, melainkan istilah Blank 75 itu dipakai untuk menyebut suatu area berbahaya yang cukup luas atau panjang, yang memiliki jurang-jurang dengan berbagai kontur/ketinggian yang semuanya berbahaya. Bagian jurang atau tebing, ketinggiannya mencapai sekitar 75 meter sehingga muncul istilah Blank 75. Bukan hanya dititik itu saja melainkan di titik-titik lain sekitar Blank 75.
  2. Blank 75 sebenarnya bukan jalur pendakian melainkan jalur aliran lahar.
  3. Blank 75 itu areanya berada pada jalur antara Arcopodo atau Cemoro Tunggal kearah Desa Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.
  4. Cemoro Tunggal lokasinya disekitar koordinat 49L 711603 mE 9104263 mS
  5. Desa Pasrujambe lokasinya disekitar koordinat 49L 720174 mE 9105136 mS
Semoga bermanfaat :)

17.11.13

Aku Merindu

Aku masih merindu..
Seumpama matahari, bulan pun membisu.

Aku menunggu..
Dalam sunyi yang merdu seketika.
Menerka kabar disana..

Gurun tak pernah mengeluh atas hujan,
Ranting tak pernah menangisi gugur daun,
Dan aku masih saja merindu..
Menunggu.

27.7.13

...



Kita (manusia) melihat tapi tak memperhatikan, merasakan tapi tak berujung paham. Rasa-rasanya memang seperti itu, kebanyakan.

How about my feeling now? Nothing happened, as the sun rises in the east and go as down to the west.

Aku bukan aktor pentas drama,
Sisi ‘melancholia’ terkadang mengalahkan puisi-puisi romantik sekalipun.
Perasaan dimana kejujuran tampak nyata, bukan sebagai aktor drama yang kesemuanya palsu.

I care to you, and I care, then I care. So I care of you.

Aku tak ingin menyerah! I'm the men, so let it be..

I always enjoyed what I feel even though how it hurts. Because I decide to choose, so I can struggle.

5.7.13

Aku Adalah Kamu

Aku melihatmu dalam keserupaan identik
Tak ada berbeda
Kadang aku berpikir sampai dimana batas keserupaan itu
Aku menemukannya!

Bukan fisik ataupun mimik

Dalam dingin yang kau rasa, aku rasakan
Dalam sendu yang kau nikmati, aku tak mati
Dalam hidup yang kau jalani, aku hidupi pula

Tanah yang ku pijak, kau pijak juga
Udara yang ku hirup, kau pun sama
Tak terlihat ada yang berbeda
Anugerah yang sama kita terima

Bahwa dalam pekatnya asa(p) tersirat asa.

19.6.13

Pendakian ke Gunung Merbabu

Disini saya mau share tentang perjalanan saya dan temen-temen ke Gunung Merbabu. Dan mungkin bisa jadi petunjuk buat temen-temen yang belum dan ingin mendaki kesini. :)

Ga usah bertele-tele, langsung aja cerita kali ya :p

Perjalanan kami lakukan hanya bertiga, saya dan kedua temen. Bermodal nekat nih, karna sama sekali kami bertiga belum pernah mengunjungi Merbabu.
Kami berangkat dari Jogja, dari kost saya di Jl. Godean. Pagi hari, tak lupa sarapan buat ngisi perut! ckck..
Setelah sarapan akhirnya kami pun mencari kendaraan taxi untuk menuju Terminal Jombor, tapi saat itu jarang ada taxi yang lewat, yaaah kebetulan ada andong lewat, tanpa pikir panjang kami langsung naik. Dari sini kami bertiga mendapat pengalaman tak terduga bisa naik andong ke terminal, biasanya kan cuma di Malioboro doang, hahaha..
Sampe di Terminal di Jombor, kami segera naik bus tujuan Terminal Magelang, perjalanan ditempuh sekitar 1 jam. Dari Terminal Magelang, kami ganti bus tujuan Kopeng, dan berhenti di desa Wekas. Cukup melelahkan memang, karna cuaca sangat panas.
Nah.. Di desa Wekas ini, kami bertemu dengan calon pendaki juga, entah ini kebetulan atau apalah, mereka ini tergabung dalam komunitas SERGAP Indonesia: Mas Yoyo (Semarang), Mas Aang (Palembang), Mbak Wiwik (Padang), dan Mbak Putri (Semarang).
Setelah lama ngobrol akhirnya kami memutuskan untuk memulai menuju basecamp sehabis Dzuhur. Kami bertujuh akhirnya menyewa pick up sayur, karna perjalanan ke basecamp cukup jauh. Soal harga bisa di nego lah, pinter-pinter aja :D
..Sampai di basecamp kami istirahat sebentar, sholat, dan mempersiapkan diri untuk mulai mendaki.
 Perlu diketahui, pendakian melewati jalur Wekas hanya ada 2 Pos :)

Basecamp - Pos 1
Step ini dalam keadaan lagi semangat-semangatnya! Meskipun ngeliat jalurnya yang terjal dan cukup melelahkan pastinya. Disini terlihat kebun-kebun penduduk, pohon-pohon yang masih rimbun, pemandangan juga sangat indah. Setelah mendaki kurang lebih 4 jam, kami mendarat di Pos 1, ..ceileeh pesawat kali pake mendarat! Kebetulan kami mendarat disini sore hari, dengan pemandangan sunset. Gak ada yang ditunggu selain berfoto-foto :p

Iklan

Foto kiri ke kanan; (Saya) Sigit, Azmul, (lupa nama mas satunya), Mbak Wiwik, Mbak Putri, Mas Aang, Zidni
penampakan sunset




Pos 1 - Pos 2
Setelah istirahat yang cukup dan puas berfoto-foto di Pos 1, perjalanan kami lanjutkan malam hari, dengan persediaan headlamp yang cukup banyak dan terang, segala rintangan kami lalui, disini banyak semak belukar, juga terdapat bebatuan-bebatuan besar. Setelah menempuh 1 jam lebih perjalanan, kami sampai di Pos 2, karna cuaca sangat dingin, menusuk, aaahh agak lebay.. Kami mulai mendirikan tenda dan bermalam disini.


Note: bawa peralatan P3K, penting banget! Gak usah diragukan lagi deh.

Pos 2 - Pos Heliped
Pagi hari kami memulai perjalanan kembali dari Pos 2, di medan ini jalur cukup curam, terjal, dan berbatu, dan harus berhati-hati. Perjalanan menuju Pos Heliped tak membutuhkan waktu yang lama.

Pos Heliped - Puncak Khenteng Songo
Kami langsung melanjutkan perjalanan dari Pos Heliped menuju puncak, dalam perjalanan entah beruntung atau hoki, kami melihat pemandangan pelangi! Great moment banget..
Juara!!
Puncak Khenteng Songo
...Yap!! sampailah kami di Puncak Merbabu!! Semua rasa capek, ngos-ngosan, hilang!





"HIDUP INI INDAH.. MELANGKAHLAH!"

18.6.13

Disini, Dalam Puncak Merbabu

Tekadku utuh
Tak sedikit ringkuh
Nyaliku penuh, untukmu Merbabu.

Melewati batu, aku menyatu
Engkau pencipta seluruh
Kagumku satu
Tegak, gagah, matahari-Mu

Berkutat melalui lereng-lereng
Tak ada nyanyian kemunafikan
Hanya damai, hanya takjub
...
Dunia ini indah, dalam puncakmu, Merbabu

14.6.13

Selamat Tidur, Kamu.

Siap untuk senyum-senyum sendiri?
Memang sedikit ambigu
Untuk orang yang tak tau-menau kamu
"Ini gila!"
Bagi sebagian persepsi mereka.
Biarlah menjadi buta
Sebab api menjadikannya abu
Kita mengetahui itu.

Lebih dari sekedar tanya
Malamku menghantarmu satu; mimpi.
Lebih dari sekedar kata
Selamat tidur, kamu.