23.2.13

Bernama, Mereka.

Diantara mereka yang saya sukai atau kagumi, saya tidak dapat menemukan satu kesamaan.
Tetapi diantara mereka yang saya kasihi, saya dapat menemukannya:
Mereka semua membuat saya bahagia.

22.2.13

Bagaimana jika..


Bagaimana jika..
Aku memberikanmu senyumanku,
akankah kamu tetap disini untuk sementara waktu?

Bagaimana jika..

Aku menempatkanmu dalam mimpiku malam ini,
akankah kamu akan ada hingga fajar menjelang?

Bagaimana jika..
Aku membagikan ceritaku,
akankah kau tetap mendengarkan?


21.2.13

"Hello.."


How are you?
Everything all right?
Like to hear from you
Love to see you soon
Obviously, I miss you
So, HELLO…!!!

Aku!

Siang gerah menyerupai asap mengelabui mata
Terik tak bertirai
Genggaman panas membelenggu

Kemarilah..
Jalan dengan waktu

Aku adalah ufuk senja yang baru akan memulai indah
Aku adalah angin, resapi belaianku.
Aku adalah langit, yang merindukan sesuatu disisiku; bernamakan kamu.

20.2.13

Interpretasi Jiwa


Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan..
Ketika dunia telah dipenuhi seluk-beluk celotehnya.

Menikmati sore di pematang sawah terasa cukup,
Atau hanya sekedar mendengar dentuman rel yang dilewati kereta, malam ini.

Sesekali memang terasa mengagumkan..

Karna kehidupan takkan memberi jaminan, takkan menjamin pula.
Yang kita hadapi adalah kenyataan,
Kenyataan menerima kepahitan, ketidakadilan, diskriminasi.

Berbahagialah mereka yang menikmati kesenangan hari ini..

Prestasi Artifisial


Seorang wali murid datang menghadap guru agar sekolah meloloskan salah satu anaknya menjadi duta sekolah. “Kami memohon biarlah anak itu yang menjadi duta sekolah tahun ini sebagai lambang keberhasilan bagi orangtua-nya agar anak itu dianggap sebagai murid berprestasi. Karena kami tahu secara akademis anak itu kurang mampu, maka kami akan memberikan kompensasi untuk kebaikan ini.” Lalu Guru menjawab, “Kehidupan ego kita memang sering melewati batas. Tak jarang kita nikmati dunia dengan kebanggaan palsu sambil menutup mata terhadap orang-orang pintar namun miskin harta di sekeliling kita.” Wali murid itupun diam tertunduk dan permisi meninggalkan ruang kelas.

Hubungan


Tidak mudah mengukur sebuah hubungan dengan rasionalisasi. Jika itu kita lakukan maka yang ada adalah masalah untung-rugi. Akhirnya kita pun semakin pandai berhitung layaknya sebagai akuntan atau ahli ekonomi. Namun di sisi lain, seringkali kita melupakan bahwa sebuah hubungan kita bukan sekedar 'saling memberi dan menerima' seperti 'keadilan yang sejajar' yang dikenal banyak orang. Seorang guru pernah berkata, “Lebih dari proses mengajar dan diajar, sekarang aku tahu bahwa antara aku & engkau masih ada jurang pemisah yang disebut 'keakuan'."