20.2.13

Prestasi Artifisial


Seorang wali murid datang menghadap guru agar sekolah meloloskan salah satu anaknya menjadi duta sekolah. “Kami memohon biarlah anak itu yang menjadi duta sekolah tahun ini sebagai lambang keberhasilan bagi orangtua-nya agar anak itu dianggap sebagai murid berprestasi. Karena kami tahu secara akademis anak itu kurang mampu, maka kami akan memberikan kompensasi untuk kebaikan ini.” Lalu Guru menjawab, “Kehidupan ego kita memang sering melewati batas. Tak jarang kita nikmati dunia dengan kebanggaan palsu sambil menutup mata terhadap orang-orang pintar namun miskin harta di sekeliling kita.” Wali murid itupun diam tertunduk dan permisi meninggalkan ruang kelas.

No comments:

Post a Comment