19.6.13

Pendakian ke Gunung Merbabu

Disini saya mau share tentang perjalanan saya dan temen-temen ke Gunung Merbabu. Dan mungkin bisa jadi petunjuk buat temen-temen yang belum dan ingin mendaki kesini. :)

Ga usah bertele-tele, langsung aja cerita kali ya :p

Perjalanan kami lakukan hanya bertiga, saya dan kedua temen. Bermodal nekat nih, karna sama sekali kami bertiga belum pernah mengunjungi Merbabu.
Kami berangkat dari Jogja, dari kost saya di Jl. Godean. Pagi hari, tak lupa sarapan buat ngisi perut! ckck..
Setelah sarapan akhirnya kami pun mencari kendaraan taxi untuk menuju Terminal Jombor, tapi saat itu jarang ada taxi yang lewat, yaaah kebetulan ada andong lewat, tanpa pikir panjang kami langsung naik. Dari sini kami bertiga mendapat pengalaman tak terduga bisa naik andong ke terminal, biasanya kan cuma di Malioboro doang, hahaha..
Sampe di Terminal di Jombor, kami segera naik bus tujuan Terminal Magelang, perjalanan ditempuh sekitar 1 jam. Dari Terminal Magelang, kami ganti bus tujuan Kopeng, dan berhenti di desa Wekas. Cukup melelahkan memang, karna cuaca sangat panas.
Nah.. Di desa Wekas ini, kami bertemu dengan calon pendaki juga, entah ini kebetulan atau apalah, mereka ini tergabung dalam komunitas SERGAP Indonesia: Mas Yoyo (Semarang), Mas Aang (Palembang), Mbak Wiwik (Padang), dan Mbak Putri (Semarang).
Setelah lama ngobrol akhirnya kami memutuskan untuk memulai menuju basecamp sehabis Dzuhur. Kami bertujuh akhirnya menyewa pick up sayur, karna perjalanan ke basecamp cukup jauh. Soal harga bisa di nego lah, pinter-pinter aja :D
..Sampai di basecamp kami istirahat sebentar, sholat, dan mempersiapkan diri untuk mulai mendaki.
 Perlu diketahui, pendakian melewati jalur Wekas hanya ada 2 Pos :)

Basecamp - Pos 1
Step ini dalam keadaan lagi semangat-semangatnya! Meskipun ngeliat jalurnya yang terjal dan cukup melelahkan pastinya. Disini terlihat kebun-kebun penduduk, pohon-pohon yang masih rimbun, pemandangan juga sangat indah. Setelah mendaki kurang lebih 4 jam, kami mendarat di Pos 1, ..ceileeh pesawat kali pake mendarat! Kebetulan kami mendarat disini sore hari, dengan pemandangan sunset. Gak ada yang ditunggu selain berfoto-foto :p

Iklan

Foto kiri ke kanan; (Saya) Sigit, Azmul, (lupa nama mas satunya), Mbak Wiwik, Mbak Putri, Mas Aang, Zidni
penampakan sunset




Pos 1 - Pos 2
Setelah istirahat yang cukup dan puas berfoto-foto di Pos 1, perjalanan kami lanjutkan malam hari, dengan persediaan headlamp yang cukup banyak dan terang, segala rintangan kami lalui, disini banyak semak belukar, juga terdapat bebatuan-bebatuan besar. Setelah menempuh 1 jam lebih perjalanan, kami sampai di Pos 2, karna cuaca sangat dingin, menusuk, aaahh agak lebay.. Kami mulai mendirikan tenda dan bermalam disini.


Note: bawa peralatan P3K, penting banget! Gak usah diragukan lagi deh.

Pos 2 - Pos Heliped
Pagi hari kami memulai perjalanan kembali dari Pos 2, di medan ini jalur cukup curam, terjal, dan berbatu, dan harus berhati-hati. Perjalanan menuju Pos Heliped tak membutuhkan waktu yang lama.

Pos Heliped - Puncak Khenteng Songo
Kami langsung melanjutkan perjalanan dari Pos Heliped menuju puncak, dalam perjalanan entah beruntung atau hoki, kami melihat pemandangan pelangi! Great moment banget..
Juara!!
Puncak Khenteng Songo
...Yap!! sampailah kami di Puncak Merbabu!! Semua rasa capek, ngos-ngosan, hilang!





"HIDUP INI INDAH.. MELANGKAHLAH!"

18.6.13

Disini, Dalam Puncak Merbabu

Tekadku utuh
Tak sedikit ringkuh
Nyaliku penuh, untukmu Merbabu.

Melewati batu, aku menyatu
Engkau pencipta seluruh
Kagumku satu
Tegak, gagah, matahari-Mu

Berkutat melalui lereng-lereng
Tak ada nyanyian kemunafikan
Hanya damai, hanya takjub
...
Dunia ini indah, dalam puncakmu, Merbabu

14.6.13

Selamat Tidur, Kamu.

Siap untuk senyum-senyum sendiri?
Memang sedikit ambigu
Untuk orang yang tak tau-menau kamu
"Ini gila!"
Bagi sebagian persepsi mereka.
Biarlah menjadi buta
Sebab api menjadikannya abu
Kita mengetahui itu.

Lebih dari sekedar tanya
Malamku menghantarmu satu; mimpi.
Lebih dari sekedar kata
Selamat tidur, kamu.

10.6.13

Terlupa Harmonis


Perbincangan ini kita mulai darimana?
Sajak saja kau tak mengerti
Pertemuan kita tak sehati, mati!
Masalah memang
Untuk berkata saja kita tak padu
Membosankan?
Rasa-rasanya memang begitu
Begitulah seuntai kalimat dari mereka
Ya, mereka telah lupa; harmonis.

9.6.13

Kumpulan Puisi Wiji Thukul


Ucapkan Kata-Katamu, -Wiji Thukul-
...
Jika kau tak berani lagi bertanya
Kau akan jadi korban keputusan-keputusan
Jangan kau penjarakan ucapanmu
Jika kita menghamba kepada ketakutan
Kita memperpanjang barisan perbudakan

Terjaga, Mata!

Tak ada lagi kompromi, sebab hasil tak ditakhluki.
Tak berarti, sebab akibatnya nyata.
Kelopak menolak mati, hingga menghitam.
Pandangan tak mau kalah, berujung buram.
Seolah tak ingin melewatkan imajinasi, kokoh hingga pagi.
Tegak tanpa ampun!
Terus mencerna, bagai sirkulasi. Terkikis.
"Siapa berani?"
Detik, menit, berujung jam, Aku terus hidup! Tak akan berhenti.
Mataku, terjaga!

7.6.13

Terbunuh Obsesi

Aku merasa melankolis malam ini,
melihat selembar daun terkulai sendirian,
melihat lampu-lampu menyerupai asa kemanusiaan..
Aku merasa begitu lelah,
angin berteriak serupa hati bergejolak.
Kenangan masa lalu tak ubah seperti salju.
Dingin, menjelma kaku.
Semilir bertiup angin,
percikan rintik hujan membisu.
Aku begitu kaku, terpaku, menyimak teduh..
Beratap rayu, nyiur malam menusuk ringkuh.
Kehidupan begitu angkuh, imajinasiku penuh.
Menyelinap diantara keramaian,
tersungkur terpacu akan keharusan satu.
Aku ragu, menunggu, kamu..
Kamu menjadi batu tapakku mencapai halusinasi nafsu. Hingga membiru.
Aku termangu, saat semuanya menjadi semu.
Arogansi membakar imajinasi, terkubur dalam peti.
Aku, terbunuh obsesi.