9.6.13

Terjaga, Mata!

Tak ada lagi kompromi, sebab hasil tak ditakhluki.
Tak berarti, sebab akibatnya nyata.
Kelopak menolak mati, hingga menghitam.
Pandangan tak mau kalah, berujung buram.
Seolah tak ingin melewatkan imajinasi, kokoh hingga pagi.
Tegak tanpa ampun!
Terus mencerna, bagai sirkulasi. Terkikis.
"Siapa berani?"
Detik, menit, berujung jam, Aku terus hidup! Tak akan berhenti.
Mataku, terjaga!

No comments:

Post a Comment